Menyambut Kristus Secara Penuh Pada Hari Raya Penampakan Tuhan

Posted by

Hari Raya Penampakan Tuhan atau yang biasa disebut sebagai Epifani, pada tahun ini di Paroki Santo Herkulanus, Depok dirayakan berbarengan dengan Hari Misi Anak Sedunia ke-181 pada Hari Minggu, 7 Januari 2024. Hari Raya Epifani merupakan ritual sakral atas penampakan martabat ilahi Yesus sebagai Putera Allah dan Penebus dunia (KGK art. 528). Perayaan tersebut juga menegaskan kepada umatNya agar merenungkan bahwa Allah berkenan menampakkan kemuliaanNya kepada manusia.

RD Agustinus Surianto Himawan (Romo Agus) selaku Pastor Paroki Santo Herkulanus, Depok seturut tema besar Keuskupan Sufragan Bogor di 2024, yaitu “Menghidupi Gereja Sinodal yang Semakin Transformatif, Misioner, Berdialog, serta Mensyukuri Anugerah Anak dan Remaja” mengundang seluruh anak dan remaja separoki mulai dari usia dini hingga SMA, agar bersama-sama merayakannya.

Bersama dengan BIA/BIR, dan misdinar, Angkatan II THS-THM Ranting Paroki St. Herkulanus yang baru saja menyelesaikan pendadaran pada tanggal 27-29 Desember 2023 lalu, menyambut dengan antusias undangan dari Pastor Paroki untuk ambil bagian dalam Misa Kudus tersebut. Pengurus Ranting Paroki Santo Herkulanus yang dikordinir oleh Mas Dimas Agung bersama tim bergerak mempersiapkan para anggota. Begitu pula dengan Mas Adi Nugroho selaku Koordinatorat Distrik Bogor, beliau menyambut baik undangan tersebut, karena sesuai dengan arah pembentukan karakter anggota THS-THM yang militan dan taat pada gereja. Ketaatan tersebut merupakan perwujudan dari Janji Prasetya nomor 3, yaitu Taat dan Setia Sampai Mati Bagi Gereja Katolik Roma.

Barisan iring-iringan prosesi terbilang cukup panjang, karena selain para romo, lektor/lektris, dan misdinar yang bertugas, tergabung juga sekitar 40-an anggota misdinar lainnya, ditambah 17 anggota THS-THM. Secara khusus Pastor Paroki dan kordinator Seksi Liturgi meminta 3 orang dari THS-THM, untuk membopong patung Tiga Raja dari Timur yang bobotnya cukup berat, dari area pintu masuk gereja hingga ke depan panti imam untuk diterima oleh pastor paroki dan ditempatkan di Kandang Natal. Setelah prosesi selesai, kemudian dilanjutkan dengan Perayaan Ekaristi.

Pada kesempatan Perayaan Hari Penampakan Tuhan, dipekenalkan satu tradisi kuno Gereja Kudus yaitu Noveritis Annuntiatio di hadapan para anak dan remaja serta umat pada umumnya. Setelah Injil diwartakan, Diakon mengumumkan dari mimbar Sabda (Ambo), pesta-pesta yang berubah tanggalnya sepanjang tahun ini. Pengumuman ini dikenal dengan nama Noveritis, dari kata penting pertamanya dalam Bahasa Latin aslinya, yang artinya “ketahuilah”.

Sementara dalam Homilinya, Pastor Paroki mengajak kepada seluruh umat di paroki untuk peduli dan mendukung pengembangan potensi anak dan remaja, sesuai dengan program Keuskupan. Romo Agus juga menjelaskan bahwa dalam Gereja Katolik kaya akan tradisi dan simbol iman, salah satunya Noveritis yang baru didengar oleh umat. Kemudian pada saat pemberkatan anak, turut dibagikan kapur yang telah diberkati untuk dibawa pulang ke rumah masing-masing keluarga agar bisa memberkati rumahnya sesuai dengan petunjuk yang dibagikan. Tradisi kapur tersebut, yakni sebagai wujud penghayatan iman kita serta permohonan kita kepada Allah supaya melindungi rumah kita dari kekuatan si jahat. Selain itu menandai palang pintu dengan kapur yang telah diberkati menandai komitmen keluarga untuk selalu menyambut Kristus dalam seluruh kehidupan keluarga, baik dalam suka maupun duka sepanjang tahun.

Sebelum perayaan diakhiri, kelompok BIA/BIR mempersembahkan beberapa lagu pujian dan mendoakan Doa Anak Misioner. Keikutsertaan para anggota THS-THM pada Perayaan Epifani di Tahun 2024 ini sungguh berkesan, karena para anggota yang baru dilantik berkesempatan mengenakan seragam, duduk bersama umat dalam perayaan yang penting, untuk yang pertama kalinya. Proficiat.

(AHS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!