Sejarah Distrik Bogor

SEJARAH PERKEMBANGAN THS-THM DI KEUSKUPAN BOGOR

Organisasi Pencak Silat Pendidikan Tunggal Hati Seminari-Tunggal Hati Maria (THS-THM) Keuskupan Bogor pertama kali diperkenalkan oleh anggota THS-THM yang berasal dari Paroki Hati Santa Perawan Maria Tak Bernoda Tangerang, Keuskupan Agung Jakarta (KAJ) sekitar tahun 1991. Latihan perdana dilakukan di paroki santo Fransiskus Sukasari, salah satu anggota yang saat ini masih bias dienali adalah Sambi dan Mas Ignatius Heri Widiantoro sebagai salah satu soko guru di paroki Santo Fransiskus pada waktu itu. THS-THM kemudian berkembang di Depok, Cianjur, Sukabumi dan Rangkasbitung. Pastor paroki Santo Fransiskus yang mendukung pembukaan kegiatan THS-THM pada waktu itu adalah Romo Agus, seorang pastor muda yang baru saja ditahbiskan, melihat organisasi ini sebagai sarana untuk mengembangkan kaum muda gereja yang tahan banting, serta bersedia melatih fisik dan mentalnya agar menjadi pribadi yang kuat.


Pada tahun 1994, THS-THM mulai dikembangkan di katedral bogor dibawah koordinasi dengan pastor paroki waktu itu yaitu Romo Darto. THS-THM dibawa oleh mas Ignatius Adi Nugroho yang saat ini merupakan mahasiswa IPB. Pada waktu pembukaan latihan, calon anggota yang ikut berlatih berasal dari SMP Budi Mulya dan SMA Regina Pacis, mahasiswa IPB dan mahasiswa Analis Kimia Bogor. Kadang-kadang siswa seminari Stela Marris juga ikut serta berlatih. Setelah satu tahun berlatih, calon anggota THS-THM di Katedral Bogor mengikuti pendadaran bersama di Pasir Rengit Sukabumi, bersama dengan caln anggota yang berasal dari paroki Keluarga Kudus Pasar Minggu dan Santo Thomas Kelapa Dua Depok. Pendadaran diikuti sekitar 50 orang calon anggota, sedangkan dari katedral Bogor sendiri tercatat 26 orang mengikuti kegiatan ini.


Pengembangan THS-THM di Keuskupan Bogor sempat didominasi oleh katedral bogor karena setelah tahun 1996 terjadi kemunduran di paroki Santo Fransiskus Sukasari. Hal ini disebabkan karena tenaga pelatih/senior yang ada sudah mulai sibuk kuliah di luar kota dan bekerja. Kemudian pada tahun 1998 – 2004, THS-THM di keuskupan Bogor mulai dikembangkan di sekolah-sekolah dalam bentuk ekstrakulikuler yaitu di SMP Regina Pacis Bogor dan SMP Budi Mulya.


Pasca tahun 2006, sempat terjadi kekosongan karena kesibukan masing-masing anggotanya tetapi sempat menghadiri sidang nasional THS-THM di Seminari Menengah Mertoyudan Magelang. Pada tahun 2006 – 2008, praktis terjadi kekosongan kegiatan THS-THM di Kota Bogor, tetapi pada tahun tersebut latihan THS-THM mulai terbuka di Kota Depok dengan tempat latihan di Wisma Sahabat Yesus Margonda. Kegiatan ini didukung oleh mahasiswa Universitas Indonesia hingga tahun 2018. Praktis sebelum pandemic COVID 19 kegiatan THS-THM di Keuskupan Bogor masih bisa berjalan dengan jumlah calon anggota hingga 9 orang dan berlangsung di paroki Santo Paulus Depok.


Semasa pandemic, pada tahun 2021 kegiatan THS-THM mulai dikembangkan lagi di paroki Santo Herkulanus. Hal ini menanggapi terjadinya kasus pelecehan seksual terhadap para misdinar di paroki tersebut. Pastor yang mengundang THS-THM masuk ke dalamnya adalah Romo Natet yang didampingi oleh salah satu warga paroki Herkulanus yaitu Mas Andre dan anggota Dewan Pendiri yaitu mbak Maria Selastiningsih (Nining) serta anggota senior THS-THM yaitu Mas Edison dan Mas Adi Nugroho.


Pada tahun 2022, kembali bergaung untuk semakin memastikan pendirian THS-THM di paroki Herkulanus dan dimulai laithan pertama dengan jumlah calon anggota sekitar 13 orang. Pada saat yang sama di paroki Paulus, kegiatan THS-THM juga mulai diaktifkan dengan mengandalkan calon anggota lama. Latihan berlangsung selama 6 bulan dan pada bulan Desember 2022, dilakukan kegiatn pendadaran yang diikuti oleh 11 calon anggota dan pelantikan anggota oleh Rm Agus dalam sebuah misa di Balai Diklat KLHK Rumpin.


Pada tahun 2023, pengembangan THS-THM kembali didorong di Herkulanus dan Paulus. Demonstrasi untuk penerimaan calon anggota baru juga dilakukan dan saat ini telah tersedia sekitar 40 orang calon anggota. Bersamaan dengan itu, pengaktifan kembali THS-THM Katedral juga dilakukan dengan mengadakan pertemuan bersama dengan Romo Haruno selaku pastor paroki setempat. Struktur pengurus juga sudah mulai dibentuk pada tahun tersebut baik di tingkat Distrik hingga Ranting.

error: Content is protected !!